Rabu, 24 Juli 2013

Kehidupan Berasal dari Luar Angkasa?


Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa kehidupan di bumi berasal dari luar angkasa. Berdasarkan teori mereka, di masa lalu bumi pernah dibombardir oleh asteroid yang sekaligus membawa molekul kehidupan.
Benarkah pendapat itu? Akhir-akhir ini, buktinya semakin menguat. Pada tahun 2009 Dr Daniel Glavin menemukan molekul asam amino di sebuah pecahan asteroid yang berhasil sampai di permukaan bumi.
Asam amino merupakan molekul dasar pembentuk protein, yaitu molekul yang berperan besar dalam kehidupan, dari mencerna makanan hingga fungsi kekebalan. Asam amino yang ditemukan pada meteorit itu adalah L-isovaline.
Bukti semakin diperkuat dengan temuan terbaru Glavin. Ahli astrobiologi yang menjadi peneliti di Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt kali ini menemukan asam amino pada 9 buah meteorit.
Pada meteorit yang diteliti, Glavin menemukan bahwa seluruhnya kaya jenis asam amino L. Beberapa yang lain memiliki asam amino L dan asam amino R yang seimbang. Tak satu pun kaya asam amino R.
Asam amino L adalah jenis yang banyak terdapat pada makhluk hidup. Asam amino R dilihat dari strukturnya adalah "cermin" atau isomer (istilah kimia) dari asam amino L. Asam amino R hanya terdapat pada bakteri dan beberapa jenis siput laut. 
Dengan hasil penelitian ini, Glavin mengungkapkan, "Ini menjadi bukti bahwa penemuan yang lalu bukanlah kebetulan. Memang ada sesuatu yang terjadi sehingga meteorit ini juga kaya akan asam amino L."
Glavin mengatakan, hasil studi ini juga menjadi petunjuk. Jika kehidupan di bumi kebanyakan terdiri dari asam amino L, bukan tidak mungkin molekul tersebut sebenarnya berasal dari meteorit.
"Meteorit-meteorit itu mungkin mengirim asam amino L ke bumi yang akhirnya membantu terbentuknya 'sup' prakehidupan. Ini bisa menjadi petunjuk bahwa kita ditakdirkan menjadi makhluk hidup L," katanya.
Hasil penelitian Glavin dipublikasikan di Meteoritics & Planetary Science yang terbit 17 Januari 2011. Di antara sembilan meteorit yang diteliti Galvin, salah satunya adalah Murchison yang menghantam Australia tahun 1969.
Dalam risetnya, Glavin juga menemukan bahwa air punya peran dalam meningkatkan jumlah L asam amino. Glavin menemukan adanya mineral yang terhidrasi (bereaksi dengan air) pada meteorit yang kaya asam amino L.
"Air sepertinya menjadi kunci. Semakin banyak asteroid yang mengalami kontak dengan air, semakin banyak L asam amino yang didapati," katanya. Namun, mekanisme air meningkatkan jumlah asam amino L belum diketahui.
Sementara itu, Glavin juga menyinggung peran radiasi dalam dominasi asam amino L. Radiasi sinar kosmos saat tata surya masih berusia muda mungkin sedikit mendukung terciptanya asam amino L dan hancurnya asam amino R.
Seluruh hasil bisa jadi petunjuk bahwa bagian tata surya lain pun didominasi oleh asam amino L. Jadi, jika terdapat kehidupan di bagian tata surya lain, kehidupan itu pasti juga didominasi oleh asam amino L.
"Kita sepertinya tidak ingin menjumpai cerminan dari L asam amino di tata surya kita," kata Glavin dalam wawancaranya dengan Nature, 19 Januari 2011. Asam amino L sering kali disebut asam amino kidal.

Wajah Rhea (Satelit Saturnus) Jepretan Cassini

Wajah Rhea, satelit terbesar kedua Planet Saturnus berhasil dijepret oleh wahana antariksa Cassini. Citra Rhea dijepret Selasa minggu lalu (11/1/2011), pada jarak 69 kilometer dari permukaannya.
Salah satu citranya menggambarkan Rhea tengah berada di tengah, bersama dengan cincin Saturnus. Di latar citra itu, terpotret juga satelit Saturnus lainnya yaitu Dione (di atas Rhea), Thethys (paling kiri) dan Epimetheus (titik di sebelah kanan Thethys).
Selain citra tersebut, Cassini juga menjepret citra close up yang menggambarkan permukaan Rhea dengan kawah-kawah dan patahan yang memanjang. Ada pula citra close up yang menggambarkan bayangan cahaya matahari pada dasar kawah Rhea.
Rhea memiliki diameter 1528 km. Satelit ini ditemukan oleh astronom Italia bernama Giovanni Cassini pada tahun 1672. Meski Rhea merupakan satelit terbesar kedua Saturnus, ukurannya tak sampai sepertiga dari Titan, satelit terbesar Saturnus.
Sementara, Cassini merupakan pesawat antariksa yang diluncurkan NASA untuk mempelajari Saturnus, cincin dan satelitnya. Cassini telah mengobservasi Saturnus sejak sampai memasuki orbitnya pada tahun 2004. Sejauh ini, citra rhea merupakan citra terbaik yang diambil Cassini.

Hubble Tangkap "Katak Hijau" Antariksa

Teleskop Hubble berhasil menangkap citra gumpalan gas berwarna hijau di luar angkasa yang tampak seperti katak hijau sedang menari di wilayah berjarak ratusan juta tahun dari Bumi.
Astronom mengungkapkan, gumpalan gas itu dalam kondisi "hidup" yang berarti  melahirkan bintang baru. Beberapa bintang yang dilahirkannya diketahui masih sangat muda, baru berumur beberapa juta tahun.
Ukuran gumpalan gas itu sama dengan ukuran galaksi Bimasakti. Jaraknya 650 juta tahun cahaya. Foto gumpalan gas tersebut dipublikasikan Senin (10/1/2011) di American Astronomical Society Meeting yang berlangsung di Seattle.
Bill Keel, astronom dari Universitas Alabama yang mengamati gumpalan gas ini, mengatakan, si katak hijau itu ditemukan di wilayah terpencil semesta tempat kelahiran bintang baru yang jarang ditemukan.
"Ini menjadikan bintang baru yang lahir menjadi bintang kesepian. Mereka berada di wilayah entah-berentah," kata Keel. Bintang baru lahir karena ada bagian yang kolaps dan menghasilkan tekanan sehingga memicu kelahiran bintang.
Gumpalan gas ini sebenarnya telah ditemukan tahun 2007 oleh seorang guru asal Belanda, Ariel van Arkel. Sesaat setelah penemuannya, gumpalan gas ini lalu diberi nama Hanny's Voorwerp. Voorwerp berarti obyek dalam bahasa Belanda.
Arkel menemukannya dalam proyek Galaxy Zoo, yaitu sebuah proyek yang memungkinkan orang awam mengamati bintang dan menemukan obyek baru. Saat ditemukan, gumpalan gas ini sebenarnya berwarna biru dan berukuran lebih kecil.
"Waktu itu sebenarnya gumpalan ini berwarna biru dan berukuran lebih kecil. Tapi, kini menjadi seperti katak hijau yang menari di luar angkasa karena berwarna hijau," kata Arkel saat diwawancara Associated Press.
Astronom mengungkapkan, sebagian besar gumpalan gas ini adalah hidrogen yang berasal dari dua galaksi yang berdekatan. Gumpalan gas bercahaya sebab diiluminasi oleh kuasar dari salah satu galaksi. Kuasar adalah obyek paling terang di semesta yang mendapatkan energi dari lubang hitam.

Lakukan Seks di Luar Angkasa Berbahaya

Sejak lama penelitian soal reproduksi di luar angkasa menjadi salah satu bahasan hangat, terutama ketika program penjelajahan luar angkasa mulai digalakkan. Membangun koloni manusia di planet lain mungkin kini masih menjadi mimpi.
Pasalnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa melakukan hubungan seks di luar angkasa masih berisiko tinggi jika ditujukan untuk menghasilkan keturunan. Berdasarkan studi, keturunan yang dihasilkan mungkin akan memiliki kelainan.
Sebuah studi yang diterbitkan pada Journal of Cosmology meneliti perkembangan embrio ikan zebra dalam kondisi yang mirip dengan kondisi luar angkasa. Penelitian dilakukan dengan menempatkan embrio dalam bioreaktor yang dibuat untuk menirukan kondisi gravitasi di luar angkasa. Para ilmuwan kemudian mencatat perkembangan embrio.
Setelah telur menetas, ilmuwan mendapati bagian tulang yang menyangga insang berubah bentuk pada beberapa ikan. Beberapa bulan kemudian, jumlah ikan yang mengalami kelainan bertambah. Ilmuwan mendapati kebengkokan pada tulang yang menjadi dasar tengkorak.
Penelitian yang dilakukan sebelumnya juga menemukan hal serupa. Hanya, penggunaan bireaktor dikritik karena dianggap tidak dapat meniru kondisi luar angkasa secara sempurna.
Artikel studi dalam Journal of Cosmology ini menyentuh topik yang dianggap tabu dan belum pernah dibahas NASA sebelumnya: seks di luar angkasa. Topik ini mengemuka setelah muncul rencana untuk menjalankan misi mengirim manusia ke Mars. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

NASA Temukan Planet di Luar Tata Surya


 Ilmuwan dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat berhasil menemukan planet terkecil di luar tata surya. Nama planet yang diumumkan Senin (10/1/2011) tersebut adalah Kepler 10-b, dinamai sesuai dengan nama teleskop yang digunakan untuk menemukannya.
Penemuan planet ini adalah hasil pengumpulan data dari teleskop ruang angkasa sejak Mei 2009 hingga awal Januari 2010. Natalie Batalha, ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat  (NASA) yang menemukan planet tersebut, mengungkapkan bahwa Kepler merupakan planet berbatu, sama seperti Bumi. Ini membedakan dengan beberapa jenis planet lain yang terdiri atas massa gas.
Ukuran Kepler 10-b tergolong terkecil sebab hanya 1,4 kali ukuran Bumi. Sementara itu, massa planet ini sekitar 4,5 kali massa Bumi. Sejauh ini belum pernah ditemukan planet mirip Bumi di luar tata surya yang berukuran sekecil ini.
Meski mirip dengan Bumi karena terdiri atas batuan, suhu planet ini terlalu panas. Salah satu sisinya bersuhu 2.700 derajat Fahrenheit. Menurut pendapat ilmuwan, suhu panas ini disebabkan jarak Kepler 10-b dan bintangnya 20 kali lebih dekat dibandingkan jarak Merkurius-Matahari.
Karena suhu panasnya, Batalha berpendapat bahwa planet ini tak mampu mendukung kehidupan.

White Hole, Sisi Lain Black Hole

White hole secara nyata belum ada pembuktiannya, white hole masih sebatas dalam teori dalam kertas. Beberapa ilmuan seperti Profesor Michio Kaku menyatakan bahwa white hole merupakan sisi lain dari blackhole. Kita pasti penasaran kemanakah semua materi yang diserap blackhole berujung, apakah black hole itu sebuat pintu yang menuju sisi lain dari jagat raya? dari pertanyaan imajinasi ini maka muncul teori white hole.

White hole erat kaitannya dengan time travel. Jika memang ujung dari black hole adalah white hole yang mengubungkan dua tempat terpisah sperti tunel yang mempersingkat perjalanan waktu maka time travel mungkin dilakukan. Dan mungkin kita bisa mengunjungi kemarin, 2 hari yang lalu dan seterusnya. Prof Michiku juga menyatakan secara teoritis time travel melalui white hole itu dapat diterapkan namun praktekannya hampir mustahil. sesuai hukum kekekalan energi dan kesetimbangan masa E masuk= E hilang + E yang keluar dan itu bearti masa yang masuk harus sama dengan masa yang hilang dan keluar. black hole menghisap masa dan energi teorinya white hole yang mengeluarkan.

Kemungkinan lain dari sisi lain dari black hole adalah big bang. Bayangkan saja jika sebuah pusaran air menyedot begitu banyak air dan sampah plastik maka dia juga akan mengeluarkan air dan sampah plastik dalam jumlah dan kecepatan yang hampir sama juga. Kecepatan gravitasi di sekitar black hole dikatakan hampir absolute jadi dengan demikian kecepatan hembusan di sekita white hole juga mendekati absolute, dan itu artinya adalah big bang. Dapat disimpulkan white hole adalah sebuah monster kosmis yang berfungsi untuk mengeluarkan seluruh materi yang sudah dihisap oleh black hole.

white hole atau lubang putih tidak menghisap benda di sekeliling namun memuntahkan material yang berasal dari tempat antah berantah ke alam semesta kita.


Alam semesta kita sendiri merupakan tempat yang aneh, dan lubang hitam merupakan salah satu hal yang paling aneh yang hadir di dalamnya. Namun secara matematik, lubang hitam harusnya bisa dibalikkan, artinya, ada sesuatu yang memuntahkan material, tidak menghisapnya.

Dikutip dari Dvice, lubang putih beroperasi dengan modus yang berbeda dengan lubang hitam. Mereka mendadak muncul untuk masa waktu yang singkat. Mereka kemudian melontarkan sejumlah material ke alam semesta lalu mereka sendiri runtuh, membentuk lubang hitam dan kemudian tidak pernah tampak lagi.

Perilaku lubang putih seperti ini sangat sulit untuk diamati. Namun peneliti yakin bahwa mereka telah menemukan salah satu di antaranya.

Pada tahun 2005 lalu, sebuah tembakan sinar gamma berhasil terekam namun ia tidak hadir bersama dengan supernova yang umumnya memicu hadirnya lontaran sinar gamma tersebut. Ada kemungkinan, ia hadir akibat runtuhnya sebuah lubang putih.

Yang menarik seputar lubang putih adalah pembentukan material mereka serupa dengan apa yang disebut Big Bang, atau yang disebut-sebut merupakan fenomena terbentuknya seluruh alam semesta. Ini membuat white hole disebut juga sebagal "Small Bangs".

White hole tidak memiliki koordinat ruang dan waktu yang pasti dan tidak bisa dideteksi sama sekali. Mereka bisa secara mendadak muncul kapan saja, di mana saja dan melakukan aktivitas mereka sebelum kembali menghilang.

Sejauh ini, keberadaan white hole memang masih bersifat dugaan. Akan tetapi, black hole juga hanya merupakan dugaan sampai keberadaannya benar-benar diketahui pada beberapa dekade terakhir. Dan seperti yang diucapkan oleh fisikawan Murray Gell-Mann, apapun yang tidak dilarang adalah wajib.

Artinya, setidaknya dari sudut pandang mekanikal kuantum, lubang putih pasti ada di salah satu sudut alam semesta.

Seputar Lubang Hitam dan Fakta - Faktanya yang Kita Tidak Ketahui

 
Lubang hitam diketahui merupakan sebuah lingkaran supermasif diangkasa yang memiliki tarikan gaya gravitasi yang sangat kuat sehingga dapat menarik benda-benda didekatnya dan menyedotnya kedalam lubang tersebut. Lubang Hitam sangatlah gelap. Semua materi apabila memasuki lubang tersebut akan hancur dan takkan kembali lagi. Bahkan cahaya sekalipun yang masuk kedalam lubang hitam tersebut bisa dihancurkan akibat saking gelapnya lubang hitam tersbut.

Banyak peneliti brpendapat tentang bagaimana lubang hitam bisa terbentuk. Namun, hal tersebut masih merupakan tanda tanya karena belum ada cara yang pasti untuk menentukan hal tersebut. Dari sekian banyak peneliti ada yang menyimpulakan bahwa lubang hitam tersebut terbentuk dari sebuah bintang yang bahan bakarnya telah habis dan menjadi sangat gelap karena tidak lagi memancarkan cahaya. Walaupun begitu bintang tersebut tetap hidup sehingga terbentuk lah medan magnet yang sangat kuat dari bintang tersebut dan menyedot semua benda-benda langit yang mendekatinya.

Banyak yang bertanya, apakah lubang hitam dapat tumbuh dan berkembang ? jawabannya adalah “iya”. Lubang hitam dapat bertambah besar dan akan selalu bertambah besar. Inilah beberapa fakta tentang lubang hitam :

1.    Lubang Hitam Dapat Meledak
ternyata lubang hitam dapat meledak. Tercatat rekor ledakan terbesar lubang hitam pada tanggal 3 desember 2012.
Pengamatan dari tim astronom merekam suatu ledakan hebat pada lubang hitam yang tercatat sebagai rekor ledakan terbesar yang pernah ada. Ledakan ini membuat lubang hitam memuntahkan gas dan debu dengan radius melebihi 11,5 juta tahun cahaya. 1 detik cahaya saja mencapai 300.000 km. Sedangkan, 1 jam 3600 detik , 1 hari 24 jam ,dan 1 tahun 365 hari. Untuk mengetahui jarak dalam km hanya perlu kita kalikan saja. Masya allah.
Dengan teleskop dari European Southern Observatory di Cili, mereka dapat sampai mengukur dan memberikan perhitungan kasar mengenai kecepatan dan hal lain aliran yang keluar dari letusan tersebut. "Kami menemukan ledakan terdahsyat yang pernah diamati, setidak-tidaknya lima kali lebih kuat daripada yang pernah terjadi sebelum ini, sangat mengejutkan," ujar Nahum Arav, seorang astronom asal Virginia Tech, Amerika Serikat.

2.    Lubang Hitam Mampu Menelan Seluruh Tata Surya
Ternyata lubang hitam bukan hanya menelan bintang-bintang , tetapi juga dapat menelan seluruh tata surya dan menghancurkannya yang kemudian disemburkan kembali. Ilmuwan menduga semburan ini berperan dalam evolusi galaksi.

3.  Lubang Hitam dapat Memanaskan Tata Surya
     Ternyata lubang hitam atau black hole dapat menyebabkan temperatur di luar angkasa meningkat hingga sepuluh kali lipat.
penelitian terkini oleh para ilmuwan di Heidelberg Institute of Theoretical Studies (HITS) menemukan bahwa yang tersebar di alam semesta dapat menyerap sinar gamma dari lubang hitam dan hal ini memanaskan lubang hitam tersebut.Hasilnya, temperatur gas di ruang angkasa turut meningkat hingga sepuluh kali lebih panas dari suhu biasanya. Bahkan di beberapa situasi panasnya dapat meningkat hingga 100 kali. Gas yang menjadi panas ini akan lebih lambat untuk menyatu dan membentuk sebuah planet atau bintang. Peristiwa ini membuat pembentukan galaksi kerdil menjadi lambat dan tertekan. Pemanasan ruang angkasa ini dapat memberikan perkembangan atas teori dari pembentukan galaksi.